Sekarang lagi heboh-hebohnya pengangguran mencari kerja. Dan saat interview, ada satu pertanyaan yang selalu bikin gw bingung mo jawab apa, which is: “Apa hobby kamu?”
Hati-hati lo pertanyaan itu bisa menjebak. It’s not as simple as it sounds. Dengan menanyakan hobby biasanya interviewer bermaksud menanyakan, “Ni orang fun nggak sih? Ato hobby nya maen komputer-komputer juga? nerd bgt..” hahaha ..teori ngasal :p Tapi emang sering sih gw baca CV orang dan hobbynya antara lain gak pernah jauh-jauh dari hal berikut: BROWSING, CHATTING, CODING, n GAMING. Serem ya?
Beda lagi kalo ditanyain “Hobby-nya apa” ketika lo masih SD. Seinget gw pas jaman gw dulu hobby-nya anak di sekolahan gw rata-rata kompak, nggak jauh-jauh dari “BERSEPEDA, MEMBACA, MAKAN, TIDUR, BERNAFAS”. Norak ya? Pas jaman dulu itu gaul lho.
Anyway, di CV (Curriculum Vitae), pengalaman organisasi kita boleh bejibun, bahkan kepanitiaan yang cukup nyampah pun toh akan tetap terdengar keren kalo ditranslasi ke Bahasa Inggris. Pengalaman kerja dan proyek juga boleh deh sehalaman penuh, supaya terlihat super skill dan multi talenta. Tapi ingat kata pepatah moyang, “Hidup itu harusnya Yin dan Yang.“, intinya kudu seimbang. Dan percaya atau tidak, isian field “Hobby” adalah salah satu cara paling ampuh untuk menunjukkan sisi lain diri lo, dan membuat segala sesuatunya terlihat balance.
Contoh gampang nya gini: Misalnya CV lo udah penuh dengan segala prestasi dan pengalaman organisasi yang terdengar gaul: jadi event organizer, menang modelling ini itu, juara lomba Band sekecamatan, dsb. Maka tulislah hobby yang berkebalikan jauh dari “gaul”, dan menunjukkan bahwa ada suatu sisi dari diri lo yang serius dan beda. Misalnya: Filateli, mengoleksi novel & sastra terjemahan kuno, ato menanam anggrek bulan.
Nah sedangkan untuk yang kebalikannya, misalnya di CV Anda bagian pengalaman kerja & proyek sudah sangat professional, maka daripada menuliskan hobby yang “memperburuk” citra diri gara2 dianggap ANSOS (contoh: BROWSING CODING DEBUGGING etc), lebih baik tulislah hobby yang FUN dan SOSIAL, dan menunjukkan bahwa lo bukanlah orang yang sekaku dan se-membosankan itu. Bahwa selain sibuk kerja proyek sana-sini, lo juga bisa menikmati dan menghargai waktu luang!
Jadi intinya gw sampai pada kesimpulan berikut: Hobby gw haruslah fun dan skaligus berbau sosial. Setelah tadi siang sibuk memikirkannya, akhirnya dengan brilian gw tau hobby gw apa
KARAOKE
*mo ngomong hobinya karokean aja bertele-tele.hahahaha Forgive the verbose chitchat :p*
Dalam karaoke seringkali kita bisa melihat sisi lain dari orang yang selama ini kita kenal hanya “bungkus”nya saja. Gw udah sering berkaraoke dengan bermacam-macam tipe orang. Mungkin begini klasifikasinya, bukan berdasarkan jenis genre lagu (mello pop, metal, dangdut, alay dsb) lho yaa:
- Tipe paling common: Ya banci karaoke. Yang nggak bisa merelakan kalo mic-nya berpindah ke orang lain. Atau untuk sesaat pura-pura rela, tapi kalo ngeliat playlist, kok isinya lagu dia semua.
- Ada juga yang ngga pengen nyanyi tapi lebih pengen joget sampe heboh naik-naik sofa. (contoh spesial: Inikah Cinta – M.E. atau lagu2 boyband dengan tarian khas ala… ya boyband.)
- Ada juga orang yang menunggu dengan tepat lagu yang sangat dikuasainya — dan ketika gilirannya tiba, maka dia bernyanyi dengan sepenuh hati (contoh: lagu mendayu2 macam ST12 sampe Stinky-Mungkinkah). Ini biasanya lagi mello nih.
- Time Keeper. Alias orang yang bener-bener ga mau rugi. Jadi kalo tau waktunya tinggal 15 menit lagi, biasanya 1 lagu akan di-skip-skip melulu. Masuk chorus/reff sekali, skip. Nunggu intro kelamaan, skip. Isi lirik lagunya ngulang-ngulang doang, skip. Semua pokoknya dihitung supaya semua kebagian!
- Tipe yang paling rugi: Bayarnya sama tapi lebih suka diam mojok di pojokan. Sambil smsan. Ato mungkin tidur. Nah yang ini yang gw paling nggak ngerti. Kenapa harus malu? What happens in karaoke suite stays in karaoke suite, dude! Dan lagian gelap gituuuu :p
Btw, kenapa sih penting banget ngebahas KARAOKE?
Iya, bagi gw karaoke itu lebih dari sekedar menyanyi. Lebih dari sekedar tarik urat leher, meskipun kita tahu suara kita sungguh pas-pasan menuju nista. Lebih dari berlomba-lomba menyanyikan lagu-lagu alay ala Dahsyat terbaru atau menetapkan tema playlist “Boyband”. Lebih dari sekedar menghabiskan waktu 2-3 jam bersama (coba bandingkan kepuasan batin yang didapat dari abis karaoke vs. abis nonton bioskop 3 jam, apalagi nonton film yang berat dicerna!).
Menurut gw karaoke itu adalah satu-satunya kegiatan sosial dimana lo bisa benar-benar menjadi diri sendiri tanpa ada orang lain yang protes, bahkan semuanya membaur jadi satu tawa, satu kegilaan yang efek euforianya begitu membangkitkan semangat, membuat kita senang, puas, dan dekat. Jarang ada yang habis karaoke mukanya ditekuk berlipat-lipat. Adanya juga (mungkin) yang lagi dalam masa-masa paling down dalam hidupnya, lalu lirik lagu pun seakan berbicara, dan membuat emosi membuncah sehingga tau-tau meneteskan air mata. Semua emosi baik itu positif maupun negatif seakan terbantu disalurkan, dan menguap di udara. *duile lama-lama jadi puitis :p*
Really, it’s that powerful. and super fun. and super social. and healthy. What else can you expect?
Try 2-3 moments of karaoke together with a whole new bunch of people, and suddenly you’ll be BFF at no time. - Umi Fadilah
Cheers folks, have fun with karaoke!
PS: this post is dedicated to all karaoke-lovers. in my case, should i mention: Inay, Syva, Vinta, Alsa, Joel, Nio, Oon, Halim, Ghifar, Andra etc; and Winda, Fany, Rindang, Shena, Kibol, Paw, Andika, etc; and … hmm i guess i have too many groups of karaokeSekarang lagi heboh-hebohnya pengangguran mencari kerja. Dan saat interview, ada satu pertanyaan yang selalu bikin gw bingung mo jawab apa, which is: “Apa hobby kamu?”
Hati-hati lo pertanyaan itu bisa menjebak. It’s not as simple as it sounds. Dengan menanyakan hobby biasanya interviewer bermaksud menanyakan, “Ni orang fun nggak sih? Ato hobby nya maen komputer-komputer juga? nerd bgt..” hahaha *teori ngasal :p* Tapi emang sering sih gw baca CV orang dan hobbynya antara lain gak pernah jauh-jauh dari hal berikut: BROWSING, CHATTING, CODING, n GAMING. Serem ya?
Beda lagi kalo ditanyain “Hobby-nya apa” ketika lo masih SD. Seinget gw pas jaman gw dulu hobby-nya anak di sekolahan gw rata-rata kompak, nggak jauh-jauh dari “BERSEPEDA, MEMBACA, MAKAN, TIDUR, BERNAFAS”. Norak ya? Pas jaman dulu itu gaul lho.
Anyway, di CV (Curriculum Vitae), pengalaman organisasi kita boleh bejibun, bahkan kepanitiaan yang cukup nyampah pun akan terdengar keren kalo ditranslasi ke Bahasa Inggris, hehe. Pengalaman kerja dan proyek juga boleh deh sehalaman penuh, supaya terlihat super skill dan multi talenta. Tapi ingat kata pepatah moyang, “Hidup itu harusnya Yin dan Yang.“, intinya kudu seimbang. Dan percaya atau tidak, isian field “Hobby” adalah salah satu cara paling ampuh untuk menunjukkan sisi lain diri lo, dan membuat segala sesuatunya terlihat balance.
Contoh gampang nya gini: Misalnya CV lo udah penuh dengan segala prestasi dan pengalaman organisasi yang terdengar gaul: jadi event organizer, menang modelling ini itu, juara lomba Band sekecamatan, dsb. Maka tulislah hobby yang berkebalikan jauh dari “gaul”, dan menunjukkan bahwa ada suatu sisi dari diri lo yang serius dan beda. misalnya: Filateli, mengoleksi novel & sastra terjemahan kuno, ato menanam anggrek bulan. Nah sedangkan untuk yang kebalikannya, misalnya di CV bagian pengalaman kerja & proyek sudah sangat professional, maka tulislah hobby yang FUN dan SOSIAL.
Jadi intinya gw sampai pada kesimpulan berikut: Hobby gw haruslah fun dan skaligus berbau sosial. Setelah tadi siang sibuk memikirkannya, akhirnya gw tau hobby gw apa
KARAOKE.
*mo ngomong hobinya karokean aja bertele-tele.hahahaha Forgive the verbose chitchat :p*
Dalam karaoke seringkali kita bisa melihat sisi lain dari orang yang selama ini kita kenal hanya “bungkus”nya saja. Gw udah sering berkaraoke dengan bermacam-macam tipe orang. Mungkin begini klasifikasinya, bukan berdasarkan jenis genre lagu (mello pop, metal, dangdut, alay dsb) lho yaa:
- Tipe paling common: Ya banci karaoke. Yang nggak bisa merelakan kalo mic-nya berpindah ke orang lain. Atau untuk sesaat pura-pura rela, tapi kalo ngeliat playlist, kok isinya lagu dia semua.
- Ada juga yang ngga pengen nyanyi tapi lebih pengen joget sampe heboh naik-naik sofa. (contoh spesial: Inikah Cinta – M.E. atau lagu2 boyband dengan tarian khas ala… ya boyband.)
- Ada juga orang yang menunggu dengan tepat lagu yang sangat dikuasainya — dan ketika gilirannya tiba, maka dia bernyanyi dengan sepenuh hati (contoh: lagu mendayu2 macam ST12 sampe Stinky-Mungkinkah). Ini biasanya lagi mello nih.
- Tipe yang paling rugi: Bayarnya sama tapi lebih suka diam mojok di pojokan. Sambil smsan. Ato mungkin tidur. Nah yang ini yang gw paling nggak ngerti. Kenapa harus malu? What happens in karaoke suite stays in karaoke suite. Dan lagian gelap gituuuu :p
Namun disitulah kita bisa belajar saling mengalah, walopun ngga pegang mic, justru makin bikin suara kita nggak mau kalah kenceng, hehe.
Iya, bagi gw karaoke itu lebih dari sekedar menyanyi. Lebih dari sekedar tarik urat leher, meskipun kita tahu suara kita sungguh pas-pasan menuju nista.
Believe me, try 2-3 moments of karaoke together with a whole new bunch of people, and suddenly you’ll be BFF at no time.
petra
on Oct 17th, 2009
@ 6:02 PM:
sepertinya gw harus memulai hobi baru karaokean, me
Ume
on Oct 18th, 2009
@ 12:57 AM:
@petra: haha, benar sekali pet.. cobain deh.. lo kapan-kapan kudu ikutan tuh, kita pernah juga kok menyanyikan lagu-lagu dari tanah sumatra *banyak orang padang dan batak nya gw rasa :p*
paw
on Oct 18th, 2009
@ 1:08 AM:
Yuk berangkaat.. Hahaha..
syva
on Oct 18th, 2009
@ 11:46 AM:
thanks for this post…
btw, gw masuk yg no1 ya?? yg nomer2 juga deh.. lol
so, kapan karaokean lagi? how can i not love you-nya belum nihh.. hehe.. :p
Ume
on Oct 18th, 2009
@ 2:57 PM:
@paw & syva: Ayuk! berangkat karaokean.. lagi.. hehehehe..
@syva: gw juga kayaknya tipe nomer 1 syv.. masih mending elo suaranya bagus, haha.. iya nih tadinya gw tuh mo bikin postingan “LIST LAGU WAJIB KARAOKE” :p bersedia menyumbang ide?
syva
on Oct 20th, 2009
@ 9:49 AM:
@ume: lagu karaoke wajib:
1. ME – Inikah Cinta
2. Fatur&Nadilla – lupa judulnya
apa lagi ya yang pasti keluar pas karaoke?? bikinin dong me listnyaaa…
Inay
on Oct 30th, 2009
@ 8:14 AM:
umaaaay..
ayo ikut abang dangdutan..
ihihiiii..
asik me dangdutan bikin sakit badan =))
-iQbaL-
on Jan 5th, 2010
@ 8:47 AM:
(1) itu Ndul ma Fany
(2) itu Shena, Andra, ma Rindang
(3) itu Andika
(4) itu biasanya Ndul sama Andika
(5) itu siapapun yang lagi berantem atau ngantuk berat
Me, klasifikasinya kurang 1..
Ada orang yang udah dateng dan niat setinggi langit mau menghibur diri dengan nyanyiin lagu2 yang dia suka, tapi ujung2nya nyanyinya dikit, karena di karaokeannya ga tersedia lagu-lagu yang masuk sama dia. Akhirnya, cuma bayarin temen2nya nyanyi dan kluar masuk ruangan untuk mencoba sabar dengan ngerokok di kamar mandi. *curhat*
Ray Rizaldy
on Feb 22nd, 2010
@ 8:45 AM:
hahaha, betul banget me. karoke : hiburan paling pas buat stress dibanding nonton.
btw, nice tips buat CV nya.